BRMP Bali Perkuat Koordinasi Program Strategis Kementan di Kota Denpasar
Denpasar, 15 September 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menghadiri Koordinasi Pelaksanaan Program Strategis Kementerian Pertanian, yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Lahan Baku Sawah (LBS) dan persiapan penyusunan e-RDKK Tahun 2027 tingkat Kota Denpasar.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluhan dan Kinerja Penyuluh Pertanian Kota Denpasar tersebut berlangsung di Balai Subak Anggabaya, Kelurahan Penatih, Denpasar Timur.
Kegiatan dihadiri perwakilan BRMP Bali, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Putu Wisnu Wijaya Kusuma, S.T., M.T., Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Penyuluh Pertanian CWS Provinsi Bali Wilbin Kota Denpasar, Ketua Tim Kerja Penyuluh Kota Denpasar, Koordinator BPP, serta penyuluh pertanian se-Kota Denpasar.
Rapat dipimpin Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluhan dan Kinerja Penyuluh Pertanian Kota Denpasar, Luh Ketut Ayu Sukarmi, S.P. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penyamaan persepsi dalam sosialisasi LBS dan penyusunan e-RDKK Tahun 2027, khususnya agar pemesanan pupuk sesuai dengan luas lahan yang benar-benar digarap petani.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar menyampaikan bahwa pembangunan sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup, pendapatan, dan kesejahteraan petani. Pemanfaatan teknologi pertanian modern atau smart farming dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani sekaligus mendukung pengembangan pertanian organik.
Terkait LBS, disampaikan bahwa luas LBS di Kota Denpasar terus mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan dan saat ini tercatat sekitar 1.332 hektare. Karena itu, pendataan lahan dalam penyusunan e-RDKK perlu disesuaikan dengan kondisi lahan sawah produktif yang benar-benar digarap petani.
Sementara itu, Kepala Bidang PSP menyampaikan rencana bantuan pupuk kompos sebanyak 40 ton untuk mendukung pengembangan pertanian organik. Para penyuluh diharapkan dapat membantu pendistribusian kepada petani sekaligus melakukan pengujian pemanfaatannya. Selain itu, penyuluh diminta melaporkan kondisi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan untuk dikoordinasikan dalam upaya perbaikan.
Perwakilan BRMP Bali melalui Penanggung Jawab LTT Kota Denpasar turut mendorong peningkatan produktivitas padi melalui penerapan teknologi budidaya Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Sistem budidaya padi intensif dan terintegrasi ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Dalam penerapannya, produktivitas padi ditargetkan dapat meningkat dari rata-rata konvensional sekitar 5–6 ton per hektare menjadi minimal 10 ton hingga 12,4 ton per hektare.
Hasil diskusi menyepakati bahwa penyusunan e-RDKK Tahun 2027 perlu menyesuaikan data lahan petani existing, termasuk lahan sawah produktif yang belum tercatat dalam LBS, dengan dilengkapi pernyataan pekaseh. Sementara itu, kerusakan jaringan irigasi akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk ditindaklanjuti.
Melalui koordinasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan pihak terkait semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian. Koordinasi berkelanjutan juga menjadi bagian penting untuk memastikan program terlaksana tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi petani di Kota Denpasar.
(Sagung Aryawati dan Tim LTT Kota Denpasar)